Dulu Jago, Sekarang??

Semua Ada Waktunya, Sekarang Waktunya Pensiun

Sebelum kita bahas lebih mendalam tentang landing page, apakah teman-teman sebelumnya pernah membuka sebuah situs belanja? Jika iya, apakah teman-teman menyadari jika juga diarahkan untuk masuk ke sebuah “ruangan” khusus? Biasanya, ketika mengklik tombol tertentu, kita akan melihat tampilan salah satu produk dengan sangat detail dan spesifik. Apakah teman-teman sadar, jika sudah masuk dalam sebuah landing page?

 

Bagi teman-teman yang memiliki usaha dan fokusnya adalah berjualan di dunia digital, maka penggunaan landing page adalah sebuah keputusan yang sangat bijak. Hubspot mengatakan jika, sebuah perusahaan memiliki landing page lebih dari 40, maka capaian leads yang bisa mereka dapatkan adalah sampai 120%.

 

Lalu, bagaimana ternyata tidak sebanyak itu? Masih dari Hubspot juga. Bahwa jika ternyata perusahaan tersebut hanya memiliki 10 sampai 15 landing page, maka kenaikan leads rata-rata adalah 55%. Bukankah ini perbandingan yang sangat signifikan?

 

Semakin penasaran dengan landing page?

 

Apa Itu Landing Page?

Sebagai permulaan, landing page sendiri merupakan sebuah “tempat khusus” untuk mempromosikan sesuatu lebih detail.

 

Jika begitu, bukankah bisa dilakukan dengan di homepage saja? Nah, di sinilah bedanya landing page dengan homepage sebuah situ. Jika dalam sebuah homepage, biasanya kita hanya membaca artikel apa yang kita butuhkan. Namun, tidak demikian dengan landing page ini.

 

Pada landing page, kita sebagai pengunjung “toko” memiliki kesempatan lebih banyak untuk melakukan banyak hal, lebih dari sekadar membaca artikel saja.

 

Ketika kita masuk dalam sebuah situs, akan ada kemungkinan kita tidak tertarik untuk berbelanja atau membaca artikel mereka. Benar? Dengan begitu, kita bisa segera menutup website tersebut dan berpindah ke situs yang lain.

 

Namun, ketika sebuah situs menggunakan landing page, mereka juga akan memiliki kesempatan membagikan iklan, promosi atau penawaran kepada kita. Sebab, pada umumnya landing page meminta pengunjungnya untuk mengisi beberapa pertanyaan tentang data diri.

 

Pada landing page, para pengguna akan mendapatkan informasi penting mengenai detail produk kita (baik barang atau jasa), termasuk CTA untuk membeli atau melakukan penawaran lainnya.

 

Dalam dunia marketing, bisa dibilang keberadaan landing page adalah sebagai salah salah satu strategi digital marketing, Yang dalam pembuatanya membutuhkan skill khusus, sebab sangat perlu mempertimbangkan banyak hal seperti desain ilustrasi, logo perusahaan, kombinasi warna hingga penempatan elemen.

 

Dengan demikian, bukankah juga sedang menjaga konsumen kita? Dan beginilah cara kerja landing page.

 

Sekilas Tentang Landing Page dan Homepage

Ada sebuah perumpamaan yang rasanya menarik. Seperti namanya, homepage bisa kita ibaratkan sebagai halaman rumah. Tugas halaman rumah adalah memberikan kesan menarik agar pengunjung merasa nyaman dan betah. Benar?

 

Nah, tugas kita adalah membuat halaman ini semenarik mungkin, salah satunya dengan memberikan banyak perabotan. Perabotan di sini tentu saja konten kita. Sampai sini bisa dipahami?

 

Lalu di mana landing page? Landing page adalah ruang-ruang khusus di dalam rumah tersebut. Baik itu kamar tidur, ruang makan, dapur, atau yang lainnya. Bukankah ketika di dalam ruang-ruang tersebut kita bisa melakukan hal lain yang tidak bisa kita lakukan di halaman rumah?

 

Bisa dipahami? Oke, lanjut ya.

 

Setelah membahas cukup banyak tentang landing page, mari kita coba tarik kesimpulan tentang karakteristik atau ciri khusus yang dimiliki oleh “ruangan” ini.

 

Kesimpulan Tentang Landing Page

  1. Landing page adalah situs khusus dalam sebuah website
  2. Memudahkan para pengguna untuk melakukan kegiatan lain, seperti membeli barang atau mendaftar kursus tertentu
  3. Memberikan satu informasi khusus kepada pengunjung agar lebih memahami produk yang ditawarkan atau yang akan dibeli

 

Jadi, apakah teman-teman sudah memahami perbedaan landing page dengan homepage? Semakin tertarik untuk membuat landing page untuk usaha kita?

 

Nah, pada pembahasan selanjutnya kita akan mempelajari cara pembuatan landing page, bedanya dengan website, dan segala manfaat yang bisa kita dapatkan setelah membuatnya.

 

Sekarang ini, banyak jasa pembuatan landing page yang bisa temukan. Dari sekian banyak jasa, cobalah mencari penyedia jasa yang memiliki portofolio terbaik. Karena landing page ini bisa membantu menaikkan convention rate kita, maka jangan ragu untuk membuat lebih banyak landing page, ya.


 

Bahasan mengenai perbedaan landing page dan website kali ini, adalah lanjutan dari artikel sebelumnya yang berisi tentang informasi landing page secara umum. Jika teman-teman termasuk yang masih bingung tentang perbedaan landing page dan website, berarti ada di tempat yang sama. Jadi pastikan membaca artikel ini sampai selesai, ya.

 

Jika dilihat kasat mata, baik landing page maupun website memang memiliki tampilan yang nyaris sama. Namun dalam dunia digital marketing, keduanya memiliki perbedaan yang cukup banyak. Baik dari tujuan, pasar yang dituju hingga benefit yang didapatkan.

 

Perbedaan Landing Page dan Website

Pengunjung

Jika diperhatikan, website pada umumnya mencari sebanyak-banyaknya pengunjung. Sedangkan dalam landing page, pengunjung akan terpilih dengan sendirinya.

 

Namun ternyata, pengunjung inilah yang kemudian juga berperan dalam grafik penjualan. Dalam sebuah website bisnis, pengunjung yang masuk ke landing page inilah yang akan menutup transaksi penjualan.

 

Sebab, tidak menutup kemungkinan pengunjung yang masuk ke landing page ini yang tertarik dengan “dagangan” di websitenya.

 

Isi Konten

Perbedaan landing page dan website yang selanjutnya adalah isi konten.

 

Salah satu indikator munculnya website pada urutan pertama mesin pencari adalah kualitas konten. Pengunjung website biasanya memang menyukai artikel yang memiliki banyak informasi selengkap mungkin.

 

Namun, jika teman-teman memiliki sebuah produk yang ingin ditawarkan dengan lebih detail, sebaiknya memang menggunakan landing page. Karena dengan menggunakan landing page, pengunjung mendapatkan informasi secara mengerucut, tidak selebar dalam website pada umumnya.

 

Contoh : jika kita berencana membuat diskon belanja sebesar 75%, maka sebaiknya meletakkan dan menjelaskan informasi menarik tersebut dalam landing page.

 

Desain atau Tampilan

Salah satu yang cukup mencolok dari keduanya adalah tampilan. Dalam sebuah website, biasanya kita akan menemui banyak pilihan (tombol) untuk bisa diklik dan mendapatkan informasi lain.

 

Sedangkan ketika masuk ke dalam landing page, yang terlihat hanyalah penjelasan tentang satu hal secara lengkap. Salah satu yang juga menarik adalah, tampilan pada landing page biasanya menggunakan lebih sedikit penjelasan dalam kalimat panjang.

 

Landing page banyak menggunakan kalimat pendek, ilustrasi dan juga data. Hal ini dikarenakan pembuatan landing page memang untuk menjadikan kunjungan tersebut sebagai sebuah transaksi.

 

Tujuan Pembuatan

Tentu teman-teman juga sudah paham, jika pembuatan website salah satunya adalah untuk mendongkrak trafik kunjungan. Sebab ini juga merupakan salah satu indikator peringkat website kita.

 

Dalam website, kita bisa mengenalkan produk dagang kita (barang dan atau jasa) secara umum, dengan tujuan agar ada banyak yang mengetahui usaha kita.

 

Namun dalam landing page, kita bisa menjelaskan berbagai penawaran menarik yang dimiliki, produk terbaru atau hal lain (informasi) yang menarik dari website kita.

 

Karakteristik Landing Page

  • Halaman khusus yang fokus pada suatu hal
  • Dibuat dengan fungsi tertentu yang lebih spesifik
  • Membuat pengunjung fokus pada satu informasi dan berakhir dengan transaksi yang ditawarkan
  • Mengajak pengunjung untuk mengikuti CTA (Call To Action) sesuai dengan kebutuhan website, biasanya berupa email newsletter atau penjualan.

 

Karakteristik Website

  • Ada tombol navigasi yang akan memudahkan pengunjung untuk mengakses halaman lain yang ada di website tersebut
  • Memiliki banyak informasi umum tentang website
  • Memiliki homepage sebagai tampilan utama

 

Untuk teman-teman yang sedang berencana membuat sebuah website usaha, sebaiknya mengetahui perbedaan landing dan website terlebih dahulu. Sebab dengan demikian, kita sangat memiliki kesempatan untuk bisa mengembangkan usaha dengan maksimal.

 

Dengan mengetahui perbedaan landing page dan website, kita juga akan bisa membuat konten apa saja yang akan diletakkan pada keduanya. Dalam website, silakan isi dengan informasi umum, dan untuk informasi penting atau sejenisnya, sebaiknya buatlah dengan menggunakan landing page.

 

Ingat, kan, jika pengunjung yang masuk ini melalui klik landing page yang diletakkan sedemikian rupa pada website. Maka penting pula mengetahui strategi ini.

 

Untuk memahami perbedaan landing page dan website, sebenarnya akan lebih mudah jika teman-teman langsung mengunjungi perbedaannya untuk mendapatkan gambaran yang realistis. Jangan lupa untuk berkonsultasi dan mencari informasi tentang landing page ini pada profesional.


 

Landing page adalah salah satu strategi digital marketing yang bisa teman-teman coba, untuk meningkatkan trafik penjualan. Karena tidak dipungkiri, dalam era digital saat ini, banyak pengguna yang sengaja meluangkan waktu untuk berbelanja atau melakukan transaksi secara online.

 

Ada sebuah kutipan anonim yang sangat menarik tentang landing page ini.
“Jangan pernah memulai kampanye penjualan tanpa sebuah landing page yang terdedikasi”.

 

Bagaimana? Dari ungkapan ini, seharusnya kita paham, jika landing page sangat berperan dalam penjualan kita. Ini salah satu strategi marketing yang sangat menarik. Dari landing page inilah, para pengunjung akan mengetahui produk-produk yang kita miliki.

 

Di bawah ini ada beberapa manfaat landing page, yang bisa teman-teman jadikan pertimbangan sebelum membuatnya.

 

Manfaat Membuat Landing Page

  • Efektif dan Efisien Untuk Iklan Berbayar

Manfaat dari landing page yang pertama adalah efektifitas dan efisiensi iklan berbayar.

 

Ketika kita menggunakan landing page, tentu juga akan menggunakan Google Adsense ataupun Facebook Adsense. Dengan begini, kita langsung mengetahui trafik pengunjung.

 

Katakanlah ada 100 orang yang masuk ke landing page kita, 10 memutuskan membeli dan sisanya balik kanan. Nah, kita bisa tetap menginformasikan berbagai penawaran kepada 90 orang yang tidak membeli di hari itu.

 

  • Hemat Biaya Iklan

Manfaat membuat landing page yang selanjutnya adalah hemat budget. Sebagai pelaku usaha, tentu kita paham betul jika biaya pemasaran sangatlah besar.

 

Namun, dengan memanfaatkan media digital melalui website, kita bisa membuat media pemasaran yang sangat menarik dan lebih murah di landing page.

 

 

  • Bantu Capai Rencana Bisnis

Dengan membuat landing page, kita akan memiliki kesempatan lebih luas untuk menjelaskan kepada pengunjung tentang detail produk kita.

 

Karena dalam landing page, pengunjung akan mendapatkan informasi secara detail, hingga edukasi tentang produk. Inilah yang kemudian menjadikan pelanggan membeli produk kita.

 

Hal seperti ini, juga bisa kita sebut sebagai metode soft selling.

 

  • Membantu Tingkatkan Konversi

eyeviewdigital.com menyampaikan, jika landing page ini menyumbang persentase sampai dengan 80% konversi, pada landing page yang menyertakan video di dalamnya.

 

Keberadaan landing page sendiri, sebagai sebuah halaman yang dibuat secara khusus, secara kasat mata memang akan membantu kenaikan berbagai konversi dalam situs usaha kita.

 

  • Menyaring Konsumen

Hal lain yang juga perlu diketahui ketika membuat sebuah website usaha, bahwa tidak semua pengunjung bersedia untuk masuk ke landing page yang disediakan. Tentu saja para pengunjung ini memiliki banyak alasan.

 

Namun, ketika ada pengunjung yang masuk ke landing page kita, baik melalui website atau media sosial, maka merekah pengunjung-pengunjung yang terpilih. Dengan mereka masuk ke dalam landing page kita, bisa jadi mereka memang ingin lebih tahu tentang produk kita.

 

  • Membantu Analisa Perusahaan

Apakah teman-teman tahu, jika dalam landing page, tidak hanya persoalan identitas spesifik produk?

 

Begini, dalam landing page, kita sebagai pemilik usaha akan memiliki data-data yang bisa dijadikan bahan evaluasi penjualan. Dengan menggunakan site counter, pixel dan lainnya inilah, kita bisa memperhitungkan banyak hal.

 

Durasi kunjungan, asal pengunjung, jumlah pengunjung dalam kurun waktu tertentu dan lain sebagainya adalah hal-hal yang bisa gunakan untuk menentukan haluan bisnis.

 

  • Optimasi Email Marketing

Sebagian landing page, akan memberikan feedback berupa email marketing. Email ini, biasanya akan rutin dikirimkan kepada pengunjung. Hal ini terjadi, sebab perusahaan sudah memiliki database pengunjung.

 

Dengan adanya email marketing in, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara kedua pihak. Meskipun tidak setiap saat memandangi toko online, pengunjung tetap bisa mendapatkan informasi-informasi menarik, baik promosi ataupun iklan.

 

  • Membangun Kredibilitas dan Trust Signal

Dalam sebuah landing page, kita tidak hanya melihat penjelasan produk dengan spesifik, tapi juga ada testimoni dari pelanggan-pelanggan lainnya.

 

Kehadiran testimoni ini kemudian menjadi sebuah indikator kepercayaan, antara pemilik usaha dengan pengunjung (calon pembeli). Keadaan ini juga biasanya disebut dengan trust signal.

 

Dengan demikian, akan semakin banyak orang yang mengenali produk kita. Terlebih jika memang kualitas produk kita memang berkualitas, maka sangat besar kemungkinan akan ada trafik pembelian yang cukup stabil bahkan meningkat.

 

Sebab konsumen telah mengenal dan percaya pada kualitas produk kita.

 

Setelah mengetahui manfaat membuat landing page dalam digital marketing, apakah teman-teman masih ragu untuk membuatnya? Atau justru semakin tidak sabar untuk membuatnya?

 

Ketika teman-teman sudah sangat tidak sabar membuat landing page, maka pastikan nantinya juga tetap kontinyu untuk mengelolanya dengan profesional. Dengan terus memperbaiki halaman ini, tentu kita akan mendapatkan manfaat membuat landing page lebih maksimal. Kami tunggu landing page teman-teman ya.


Setelah membahas berbagai hal tentang landing page, kini saatnya kita kulik tips membuat landing page. Masih ingat tentang tujuan pembuatan halaman ini? Benar, salah satunya adalah untuk menarik minat konsumen agar terjadi transaksi yang kita inginkan.

 

Dalam landing page, ada beberapa topik yang secara umum harus ada, seperti : judul, gambar produk, deskripsi produk, testimoni pelanggan dan adanya CTA (Call To Action). Bahkan, ada yang mengatakan jika monetisasi website menggunakan Google Adsense tidak akan bekerja dengan efektif, hal ini karena kita tidak memiliki landing page.

 

Itulah mengapa, kita juga sangat perlu mempertimbangkan poin apa saja yang sebaiknya ada pada landing page ini. Karena dengan landing page inilah kita berharap mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya, jadi tidak bisa dikerjakan tanpa persiapan.

 

Berikut ini ada beberapa tips membuat landing page, yang sangat mungkin bisa teman-teman coba untuk unit usahanya.

 

Tips Membuat Landing Page

  • Buat Tujuan Dari Pembuatan Landing Page

Tips membuat landing page yang pertama adalah membuat tujuannya terlebih dahulu. Dengan memiliki tujuan yang jelas, kita juga akan lebih mudah dalam membuat kontennya nanti.

 

  • Buat Desain Menarik

Belakangan, desain minimalis lebih banyak diminati dan digunakan dalam berbagai bidang, tak terkecuali digital marketing.

 

Landing page dengan desain yang minimali, meminimalkan pengunjung terdistrasksi. Desain minimalis dan kalimat ajakan yang ringkas, memudahkan pengunjung melakukan aksi berikutnya.

 

  • Gunakan Headline Sederhana dan Jelas

Headline mengambil peran penting dalam landing page, sebab bagian inilah yang akan menjadi sorotan pertama kali. Bahkan, ada sumber yang mengatakan jika kita hanya punya waktu kurang dari 10 detik untuk menarik minat konsumen.

 

Nah, dengan demikian, memaksimalkan header adalah salah satu solusi yang patut dicoba.

 

  • Gunakan Kalimat Pembuka yang Menarik

Sebuah studi mengatakan, untuk mendapatkan kesan baik dari pengunjung situs, kita sangat perlu memainkan kalimat pembuka.

 

Di bagian awal inilah, yang menentukan apakah konsumen akan melanjutkan atau tidak. Cobalah meramu kalimat pembuka dengan semenarik mungkin.

 

  • Deskripsikan Setiap Poin

Hal ini cukup penting. Karena dari sinilah pengunjung akan tertarik dengan penawaran kita. Jangan lupa untuk tetap menggunakan kalimat yang singkat, jelas dan padat.

 

Jangan lupa untuk mencantumkan kelebihan dan fitur-fitur yang menarik dari produk bisnis kita.

 

  • Pertimbangkan Untuk Membuat Landing Page Mobile Friendly

Tips membuat landing page selanjutnya adalah, membuat landing page yang mobile friendly.

 

Tentu kita paham, jika tidak semua calon konsumen mengakses internet menggunakan laptop. Sebagian besar, justru menggunakan ponselnya untuk melakukan banyak kegiatan.

 

  • Sematkan Testimoni Pelanggan

Apakah teman-teman sadar, jika pembeli baru  cenderung mencari referensi penilaian dari konsumen sebelumnya. Cara ini dilakukan sebagai salah satu tanda kepercayaan terhadap penjual.

 

Termasuk ketika teman-teman membuat landing page. Jika memungkinkan, cobalah memasukkan beberapa testimoni yang sekiranya bisa menarik minat calon pembeli.

 

Strategi ini juga termasuk dalam trust signal, yaitu indikator yang membuat orang lain percaya kepada kita.

 

  • Gunakan Kalimat Tanya Sederhana dan Tidak Banyak

Jika kita perhatikan, ketika masuk dalam sebuah landing page yang berbentuk form. Biasanya pemilik hanya menggunakan kalimat sederhana, dan jumlah pertanyaan pun tak banyak.

 

Hal ini dilakukan sebagai antisipasi, pengunjung menjadi tidak tertarik lalu menghentikan proses isian formnya. Jadi sebaiknya, cantumkan pertanyaan yang memang kita butuhkan.

 

  • Lakukan Uji Coba

Tips yang terakhir adalah melakukan percobaan. Dengan melakukan uji coba, kita akan tahu mana saja yang perlu diperbaiki.

 

 

Nah, di atas adalah beberapa tips membuat landing page yang cukup mudah dan bisa teman-teman coba di rumah. Atau jika masih kesulitan, tidak masalah meminta bantuan jasa pembuatan landing page.

 

Penyedia jasa ini memang sudah tahu apa yang seharusnya dilakukan, tapi tidak ada salahnya berdiskusi terlebih dahulu dan sampaikan apa saja yang teman-teman inginkan pada landing page nantinya.

 

Ada sedikit tambahan untuk tips membuat landing page, yaitu teman-teman bisa meminta bantuan copywriter untuk membuat sebuah konten yang efektif. Karena pengunjung ini memiliki kemungkinan besar menjadi pelanggan, jadi sebaiknya kurang hal-hal yang yang bisa menurunkan konversi kita.